#TKN

Sabtu, 18 Januari 2014

Pembebasan Irian Barat







Berdasarkan hasil KMB (Konferensi Meja Bundar) yang salah satu isinya adalah Belanda akan mengembalikan Irian barat setelah 1 tahun pengakuan kedaulatan RIS (Republik Indonesia Serikat). Namun, Belanda melanggar janji tersebut yang membuat Indonesia marah. Kemudian Indonesia melakukan 2 cara yaitu Diplomasi dan Konfrontasi. Diplomasi dilakukan baik dengan belanda maupun forum internasional. Konfrontasi dilakukan secara politik, ekonomi dan militer (bersenjata).
1.       Diplomasi dengan Belanda
a)      Pada 4 Desember 1950, diadakan konferensi Uni Indonesia Belanda dengan membahas masalah Irian Barat, namun gagal
b)      Pada Desember 1951, Indonesia melakukan hubungan bilateral dengan Belanda dengan membahas masalah Irian Barat, namun gagal
c)       Pada September 1952, Indonesia mengirim nota politik ke Belanda namun juga gagal
2.       Diplomasi dengan forum internasional
a)      Pada April 1954, masalah Irian Barat dibawa ke Konferensi Colombo dan berhasil mendapat dukungan
b)      Pada tahun yang sama, masalah Irian Barat dibawa ke PBB dengan modal dukungan hasil Konferensi Kolombo. Namun hasil itu gagal karena pada saat itu, kebanyakan anggota PBB adalah negara pendukung Belanda
c)       Pada tahun 1955, masalah Irian Barat dibawa ke KAA (Konferensi Asia Afrika) dan berhasil mendapat dukungan
3.       Konfrontasi Ekonomi
a)      Indonesia membuat bank yang bernama Nasional De Javasche bank
b)      Pada 2 Desember 1957, buruh Indonesia yang bekerja di perusahaan Belanda seperti KPM, perkebunan, PLN, dan bank dagang negara sepakat untuk mogok demi membebaskan Irian Barat
c)       Semua pesawat Belanda (KLM) dilarang melakukan penerbangan atau pendaratan di bandara Indonesia
d)      Pada 5 Desember 1957, semua konsuler Belanda di Indonesia diberhentikan
e)      Dilarang ada terbitan dengan bahasa Belanda
4.       Konfrontasi Politik
a)      Membatalkan hasil KMB UU no.13 tahun 1956
b)      Membentuk pemerintahan sementara di Papua dengan ibukota di Maluku tepatnya di Soa Siu dengan anggota Tidore, Oba, Weda, Patani, Wasile dengan dipimpin gubernur Zainal Abidin Syah
5.       Konfrontasi Militer
a)      Membeli senjata dari negara barat
b)      Mencari dukungan bangsa lain
c)       Akibat Belanda membuat Dewan Papua yang berisi akan membuat negara boneka Papua dengan membuat bendera dan lagu Papua, membawa angkatan tentara yang besar melalui kapal Doorman, serta membuat angkatan militer di Papua. Indonesia melakukan perlawanan dengan membuat Trikora yang berisi:
                                                        I.            Menggagalkan negara boneka Papua yang dibuat Belanda
                                                      II.            Mengibarkan bendera merah putih di Papua
                                                    III.            Bersiap untuk Mobilisasi umum demi mempertahankan NKRI
d)      Melakukan operasi militer di berbagai daerah di Papua seperti Kaimana, Sorong, dan Merauke. Operasi militer ini berhasil mengibarkan bendera merah putih di Papua oleh relawan dan relawati, namun dalam operasi tersebut, kapal MTB dibakar dan tenggelam akibat serangan kapal dan helikopter Belanda yang membuat komodor Yos Sudarso dan Kapten Wiratno gugur
e)      Setelah mengetahui Indonesia berhasil mengibarkan bendera merah putih di Papua, Belanda semakin terdesak dan disarankan AS untuk membawa masalah Irian Barat ke PBB. Akhirnya Belanda setuju membawa masalah tersebut ke PBB untuk diselesaikan. Bunker, wakil PBB yang diutus untuk menyelesaikan masalah Indonesia Belanda membuat perjanjian Newyork pads 15 Agustus 1962 yang berisi
                                                        i.            Belanda harus menyerahkan Irian Barat ke UNTEA (United Nation Temporary Executive Authory) paling lambat 1 Oktober 1962
                                                       ii.            Pasukan militer Belanda di Papua harus kembali ke Belanda
                                                     iii.            Pasukan militer Indonesia boleh berada di Papua dengan pengawasan UNTEA
                                                     iv.            Indonesia boleh mengibarkan bendera merah putih di Papua di samping bendera PBB paling lambat 31 Desember 1962
                                                      v.            UNTEA akan menyerahkan Irian Barat ke Indonesia paling lambat 1 Mei 1963 asalkan melakukan Pepera (pungutan pendapat rakyat)
f)       Melakukan Pepera pada tahun 1969 dengan hasil rakyat Irian Barat atau sekarang Papua bersedia bergabung ke Wilayah NKRI daripada Belanda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar