#TKN

Kamis, 21 November 2013

Tolak Peluru Gaya Belakang (O'Brien)


Menurut Gerry A. Carr dalam buku “Atletik untuk sekolah” (1997 : 203), tolak peluru gaya ini diperkenalkan oleh atlet Amerika sekaligus juara olimpiade 1956/1960 yaitu Parry O’Brien, sehingga teknik ini juga sering disebut juga teknik O’Brien. Hal penting pada tolak peluru adalah peluru harus didorong keluar, dengan sudut kira-kira 40 derajat. Jadi tekanannya pada kecepatan gerak. Posisi menolak harus menekan pada kaki, sebab kaki adalah bagian terkuat dari badan. Supaya dapat melakukan rangkaian gerakan tolak peluru dengan baik dan benar, berikut ini beberapa teknik dasar dalam tolak peluru, yaitu :
1.     Teknik Dasar Memegang peluru ada 3 jenis, yaitu:
a)      Jari-jari tangan agak renggang, kemudian ibu jari kelingking ditekuk berada di  samping peluru sehingga membantu agar peluru tidak mudah bergeser dari tempatnya. Untuk menggunakan cara ini, penolak peluru harus memiliki jari-jari yang kuat dan panjang.
b)      Jari-jari tangan agak rapat, ibu jari disamping kemudian jari kelingking berada di samping belakang peluru. Jari kelingking mempunyai fungsi untuk menahan jangan sampai peluru bergerak dan juga dapat membantu menekan pada waktu peluru ditolakkan. Cara ini adalah cara pemegangan yang paling sering digunakan.
c)      Jari-jari tangan seperti pada cara di atas tetapi agak lebih renggang. Kelingking di belakang peluru sehingga dapat ikut menolak. Ibu jari berfungsi menahan agar peluru tidak bergerak ke samping. Cara tersebut biasanya dilakukan bagi mereka yang tangannya agak kecil dan jari-jarinya pendek.
2.     Teknik Dasar (Tahap Persiapan)
*      Berdiri tegak dengan punggung menghadap arah lemparan (membelakangi arah lemparan
*      Kaki kiri rileks ke belakang dengan ujung jari menyentuh tanah
*      Berat badan ditumpukan pada kaki kanan dan melihat ke belakang
*      Tangan kiri diluruskan ke atas di samping telinga sedangkan tangan kanan memegang peluru di bawah dagu
*      Pandangan ke depan bawah
3.     Teknik Dasar (Tahap Pelaksanaan)
*      Lutut kaki kanan direndahkan, lanjutkan gerak berjingkat ke belakang bersamaan kaki kiri diluncurkan lurus ke belakang
*      Setelah kaki kanan mendarat dari gerak berjingkat dan kaki kiri lurus jauh ke belakang, tubuh diputar ke arah kiri dengan cepat
*      Dada menghadap depan, tolakan peluru ke depan atas membentuk sudut 45°
*      Peluru didorong dan dilepaskan dari pegangan tangan, lengan lurus setelah peluru berada pada titik terjauh dari badan
4.     Teknik Dasar (Akhir Gerakan)
*      Kaki kanan digerakkan ke depan menggantikan kaki kiri dan badan bertumpu pada kaki kanan
*      Badan dicondongkan ke depan, kaki kiri di belakang dengan badan rileks serta lutut tertekuk
*      Pandangan ke arah tolakan

Sabtu, 16 November 2013

Atletik




Atletik berasal dari bahasa Yunani "athlon" yang berarti "kontes". Atletik merupakan  “Induk dari semua cabang olahraga” karena gerakan tubuh pada olahraga atletik meliputi gerak jalan, lari, lompat, dan lempar merupakan dasar gerakan bagi semua cabang olahraga. Atletik merupakan cabang olahraga yang diperlombakan pada olimpiade pertama pada 776 SM. Induk organisasi untuk olahraga atletik di Indonesia adalah PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia). Jenis Atletik diantaranya :
1)      Jalan
*      Jalan Biasa
*      Jalan Cepat (10km, 20km, dan 50km)
2)      Lari
*      Lari Jarak Pendek (50-400m)
*      Lari Jarak Menengah (800-3000m)
*      Lari Jarak Jauh / marathon (5-10km)
*      Lari Berintang (300m)
*      Halang Rintang (100-400m)
*      Lari Gawang (100-110m)
*      Lari estafet (400-1600m)
3)      Lompat
*      Lompat Galah
*      Lompat Ganda
*      Lompat Jauh
*      Lompat Tinggi
4)      Lempar
*      Lempar Lembing
*      Lempar Cakram
*      Tolak Peluru
*      Lontar Martil

Minggu, 03 November 2013

Contoh Tembang Dhandanggula 2

Sumpah Pemuda 
Dina iki kita mempengeti
Dina penting bagi nusantara
Tepate wulan oktober
Tanggale wolu likur
Ayo kabeh putra lan putri
Bangsa Indonesia
Kudune bersatu
lan njunjungno martabat bangsa
Sarta banggakno bangsa ing luar negri
Karo prestasi kita