Menurut Gerry A. Carr dalam buku “Atletik untuk sekolah” (1997 : 203),
tolak peluru gaya ini diperkenalkan oleh atlet Amerika sekaligus juara
olimpiade 1956/1960 yaitu Parry O’Brien, sehingga teknik ini juga sering
disebut juga teknik O’Brien. Hal penting pada tolak peluru adalah peluru harus
didorong keluar, dengan sudut kira-kira 40 derajat. Jadi tekanannya pada
kecepatan gerak. Posisi menolak harus menekan pada kaki, sebab kaki adalah
bagian terkuat dari badan. Supaya dapat melakukan rangkaian gerakan tolak
peluru dengan baik dan benar, berikut ini beberapa teknik dasar dalam tolak
peluru, yaitu :
1. Teknik Dasar Memegang peluru ada 3 jenis,
yaitu:
a) Jari-jari tangan agak renggang, kemudian ibu
jari kelingking ditekuk berada di
samping peluru sehingga membantu agar peluru tidak mudah bergeser dari
tempatnya. Untuk menggunakan cara ini, penolak peluru harus memiliki jari-jari
yang kuat dan panjang.
b) Jari-jari tangan agak rapat, ibu jari
disamping kemudian jari kelingking berada di samping belakang peluru. Jari
kelingking mempunyai fungsi untuk menahan jangan sampai peluru bergerak dan
juga dapat membantu menekan pada waktu peluru ditolakkan. Cara ini adalah cara
pemegangan yang paling sering digunakan.
c) Jari-jari tangan seperti pada cara di atas
tetapi agak lebih renggang. Kelingking di belakang peluru sehingga dapat ikut
menolak. Ibu jari berfungsi menahan agar peluru tidak bergerak ke samping. Cara
tersebut biasanya dilakukan bagi mereka yang tangannya agak kecil dan
jari-jarinya pendek.
2. Teknik Dasar (Tahap Persiapan)
3. Teknik Dasar (Tahap Pelaksanaan)
4. Teknik Dasar (Akhir Gerakan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar